Jarum jam menunjukkan angka 04:30, gue terbangun dengan sendirinya dan gak biasanya gue bangun jam segitu. Hari itu kebetulan gue mendapat jatah giliran sakit dari sang pencipta yang membuat diri ini melemah.
Gue udah bilang sama pacar gue kalo gue lagi sakit. Dia perhatian banget sama gue, sampai-sampai dia buat hati gue tersentuh. Seorang cewe yang rela keluar malam-malam ke pasar buat beli sayur, sendirian, gelap, sepi, dan bahaya. Entah apa yang sedang merasuki dia, sampai-sampai dia nekad keluar malem-malem hanya untuk membeli sayur untuk sarapan gue.
Pagi itu gue harus belajar karena mau ada ujian kuliah. Belajar dengan badan sakit hanya akan menambah penderitaan gue. Belajar tapi badan sedang sakit, gak belajar ntar ujian malah sulit. Keterpaksaan melawan kebutuhan, mungkin itu yang gue rasain.
Gue belajar dengan sedikit keterpaksaan, disela waktu gue belajar terdengar suara motor yang berhenti di depan kontrakan gue. Terdengar suara orang berjalan yang mengalun indah dan melontarkan ucapan salam yag begitu merdu. Diri yang sedang sakit tak kuasa untuk menemui seseorang yang sedang berada di depan. Gue hanya bisa diam dan menyuruh temen gue untuk menemui siapa orang yang ada di depan kontrakan itu.
Tak lama, gue mendengar dia menyebut nama gue dengan suara lembutnya yang ternyata dia itu kekasih hati yang sengaja pagi-pagi dateng ke kontrakan gue dan bawain gue sarapan yang dia buat sendiri. Betapa bahagianya gue punya kekasih hati yang sungguh perhatian dan penuh kasih sayang. Sarapan gue terima dan langsung melahapnya dengan hati penuh dengan cinta. Tak lama dia pamit untuk pulang, entah kekuatan apa yang merasuk pada diri gue yang merasa mendingan dari sebelumnya setelah sarapan.
Setelah sarapan selesai gue melanjutkan belajar yang sempat tertunda dan jarum jam sudah berada pada angka 06:30 yang mengharuskan gue untuk mandi dan bergegas ke kampus. Mandi selesai, waktunya ngampus. Setelah ujian selesai, gue menuju ke parkiran motor dan disitu gue bertemu dengan temen kekasih hati gue dan dia cerita ke gue kalo kekasih gue itu buatin sarapan yang tadi gue makan itu dengan penuh perjuangan.
Ternyata dia rela malem-malem keluar sendirian ke pasar hanya untuk membeli sayur buat sarapan gue. Gelap, sendirian, sepi, bahaya. Suatu tindakan yang sangat membahayakan dan penuh resiko. Namun dia memberanikan diri karena dia sangat sayang sama gue dan perhatian banget sama gue. Mendengar pernyataan ini, hati gue langsung bergetar tak kuasa melihat kekasih gue melakukan hal seperti itu.
Itulah cinta.
Sesuatu kekuatan yang mampu memberikan dorongan positif kepada seseorang yang merasakannya.
***
***
''Terkadang cinta itu konyol, namun kekonyolan dalam bercinta itu dapat menciptakan suatu yang sangat berharga"