Senin, 11 Maret 2013

Story of gondrong

Semua temen sekampus gue ngerasa aneh dengan penampilan baru rambut gue. Penampilan gue yang awalnya identik dengan rambut gondrongnya, kini tampil dengan rambut super pendek (kayak vino) yang membuat hari-hari gue terasa aneh dimata anak-anak.

Aneh, unik, atau keren setelah loe liat penampilan baru rambut gue?
gue bertanya-tanya sama semua temen gue, dan beberapa ada yang bilang wajah gue kelihatan lebih fresh dengan rambut super pendeknya, dan ada juga yang bilang gue baby face dengan penampilannya yang sekarang.

Awalnya gue udah komitmen gak akan potong rambut sampe gue skripsi, tapi baru semester dua, gue udah mulai ngerasa risih sama rambut gue yang mulai menyiksa mata dan telinga gue. Beberapa bulan gue biarin, rambut gue tumbuh tak beraturan, sampai-sampai gue punya sebutan polem (poni lempar). Sebutan polem dinobatkan kepada gue yang notabennya suka ngelempar poni kalo lagi nyrimpet dimata. Tiap waktu gue tak lepas sama yang namanya lempar poni, rambut panjang membuat diri gue tersiksa dan kerisihan pun mulai gue rasakan.

Setahun menjalani hidup bersama kegondrongan ini membuat diri gue tersiksa, tiap kali selesai mandi, gue harus nyalain kipas angin buat ngeringin rambut (gak punya hairdryer), tiap kali bangun tidur, gue harus nyisir rambut karena setiap kali bangun tidur, rambut gue kayak singa. Derita ini tiap hari gue rasain, terkadang gue sempet mikir betapa tenangnya hidup gue dengan rambut super pendek. Tapi, gue terbayang-bayang akan komitmen gue dan menjalani hidup dengan siksaan rambut gondrong.

Pada suatu malam, gue mendapat petunjuk untuk segera bebas dari siksaan yang keji ini, keluar dari komitmen dan segera ke salon pria. Keesokan hari, gue bergegas ke salon pria dengan penuh keberanian dan perjuangan, berbagai rintangan telah gue lewati untuk sampai ke salon pria, dan akhirnya gue masuk dan duduk antri sesuai urutan, 30 menit udah berlalu dan akhirnya giliran gue berada di medan perang berhadapan dengan segudang alat tempur (cukur). Peperangan pun mulai terjadi antara rambut gondrong gue vs gunting cukur yang pada akhirnya peperangan ini dimenangkan oleh gunting cukur. Gue keluar dari salon pria dengan tampang rupawan, rambut super pendek, dan baby face.

Kini, gue tampil dengan model rambut baru gue dan memulai hari dengan menggenggam kemerdekaan dari siksaan rambut gondrong. 

''Jangan sesali hidup dengan rambut gondrong, karena gondrong itu kharismatik namun bikin sakit"


Salam gondrong!!!!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar