Baru-baru ini gue sempet dijengkelkan sama sales albate (larutan anti nyamuk) yang dateng ke kontrakan gue. Pagi itu gue yang lagi asyik nonton video stand up comedy yang baru aja gue download di youtube, tiba-tiba ada seorang bapak-bapak yang dateng ke kontrakan gue dengan peralatan tempurnya (tas berisi albate).
"Permisi, assalamualaikum"
"walaikumsalam" (jawab gue)
"walaikumsalam" (jawab gue)
"maaf dek mengganggu sebentar, ini ada albate larutan anti nyamuk" (menyodorkan beberapa bungkus beserta selembar kertas)
"apa ini pak" (gue heran dengan bungkusan tersebut) setelah gue lihat-lihat ternyata bungkusan tersebut albate. "bapak dari mana ya" (tanya gue dengan senyum rupawan). "Gini dek, saya dari dinas kesehatan bermaksud untuk membantu masyarakat sini untuk menanggulangi nyamuk"
"apa ini pak" (gue heran dengan bungkusan tersebut) setelah gue lihat-lihat ternyata bungkusan tersebut albate. "bapak dari mana ya" (tanya gue dengan senyum rupawan). "Gini dek, saya dari dinas kesehatan bermaksud untuk membantu masyarakat sini untuk menanggulangi nyamuk"
"ini ada albate, yang bisa dipake adek selama setahun" (nyodorin ke gue)
gue berpikir "ya allah ni orang baik banget ya" dan ternyata salah banget gue berpikir seperti itu. Kertas yang tadi disodorin ke gue itu ternyata kwitansi pembayaran. "kampret banget nih orang, kagak tau tanggal tua apa". Gue kira ini semua gratis dari pemerintah yang sengaja diberikan kepada masyarakat, ternyata hanya modus dari seorang sales yang ngakunya dari instansi dinas kesehatan. Tanggal tua adalah tanggal dimana kebanyakan anak kuliahan pada gak punya duit.
gue berpikir "ya allah ni orang baik banget ya" dan ternyata salah banget gue berpikir seperti itu. Kertas yang tadi disodorin ke gue itu ternyata kwitansi pembayaran. "kampret banget nih orang, kagak tau tanggal tua apa". Gue kira ini semua gratis dari pemerintah yang sengaja diberikan kepada masyarakat, ternyata hanya modus dari seorang sales yang ngakunya dari instansi dinas kesehatan. Tanggal tua adalah tanggal dimana kebanyakan anak kuliahan pada gak punya duit.
Gue sempet terhipnotis omongan sales itu, kata-kata rayuannya sungguh membutakan pikiran, dan gue yang baru menerima beberapa bungkus albate beserta kertas tersebut kemudian masuk ke dalam kamar. Mau beli duit nggak ada, mau nolak tapi gak tau caranya, jurus yang gue gunakan pada saat itu untuk menolak barang dari sales tersebut adalah pura-pura dompet gue ketinggalan di dalam jok motor dan motornya dibawa kuliah temen gue. Dengan muka marah atau gimana kemudian sales itu enyah meningggalkan kontrakan gue. "dasar sales gila, ngaku-ngaku dari dinas kesehatan gak taunya cuma modus doang".
Tidak ada komentar:
Posting Komentar